Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu, Suramadu Bridge Project

Awal Pengoperasian, Suramadu Gratis

Peresmian Jembatan Nasional Suramadu yang direncanakan dilakukan pada 10 Juni mendatang, sehari berikutnya akan ditindaklanjuti dengan uji coba pengoperasian jembatan. Dalam uji coba tersebut, masyarakat yang melintasi jembatan tidak dikenakan

Akhirnya, Pembangunan Fisik Suramadu Selesai

Selesainya pembangunan Jembatan Nasional Suramadu yang menjadi penantian lama mulai terjawab sudah. Jumat (5/6) pelaksana proyek telah menyelesaikan pembangunan fisik

Menikmati Kemegahan Suramadu dari Atas Kapal Wisata

Kemegahan Jembatan Suramadu yang saat ini merupakan salah satu jembatan bentang panjang di Asia Tenggara,

Kabel Fiber Optik Di Suramadu Terpasang, Akses Internet di Madura Kini Makin Cepat

Seiring dengan telah diselesaikannya penggelaran 96 core kabel fiber optik di Jembatan Suramadu yang menghubungkan jaringan kabel optic Surabaya dan Pulau Madura

Toron Idul Adha, Proyek Kabel di Suramadu Tak Akan Ganggu Pemudik

Proyek pemasangan kabel utilitas yang kini sedang berlangsung di Jembatan Suramadu sejak sebulan lalu, tidak akan mengganggu kelancaran pemudik saat Hari Raya Idul Adha 1430 H/2009 M

Pasokan Listrik di Suramadu Teratasi

Setelah beberapa bulan lampu pada Jembatan Suramadu tidak menyala akibat tidak adanya daya yang dipasok dari PLN, Kondisi jembatan yang semula gelap, kini terang benderang

http://www.suramadu.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/848872slideshow_mainspan.jpg http://www.suramadu.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/361627slide.jpg http://www.suramadu.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/467129foto_front_08.jpg http://www.suramadu.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/584155foto_front_02.jpg http://www.suramadu.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/636051foto_front_01a.jpg http://www.suramadu.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/615959foto_lampu_header.jpg
Home Study AMDAL Manfaat Jembatan Suramadu
press-release
 

Manfaat Jembatan Suramadu

E-mail Print PDF

Dalam review studi kelayakan Jembatan Surabaya-Madura tahun 2002, disebutkan ada beberapa pertimbangan mengenai dampak dan manfaat dari keberadaan Jembatan Suramadu. Di antaranya adalah:

Manfaat Langsung (Primary Benefit)

Manfaat langsung dari Jembatan Suramadu adalah meningkatnya kelancaran arus lalu lintas atau angkutan barang dan orang. Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas berarti menghemat waktu dan biaya. Manfaat selanjutnya adalah merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian. Manfaat langsung lainnya yang dapat diperhitungkan adalah nilai penerimaan dari tarif tol yang diberlakukan. Transportasi barang dan orang yang semakin meningkat, akan meningkatkan penerimaan dari tarif tol.

Manfaat Tidak Langsung (Secondary Benefit)

Manfaat tidak langsung atau manfaat sekunder adalah multiplier effect dari Jembatan Suramadu. Ini merupakan dinamika yang timbul dan merupakan pengaruh sekunder (secondary effect), antara lain:
  • Meningkatnya jumlah penduduk akan merangsang naiknya permintaan barang dan jasa. Selanjutnya akan merangsang meningkatnya kegiatan perekonomian, berkembangnya usaha di sektor pertanian, industri, perdagangan, jasa dan meningkatnya arus barang masuk ke Pulau Madura.
  • Meningkatnya kebutuhan untuk kawasan pemukiman dan infrastruktur
  • Meningkatkan PDRB dan kesejahteraan masyarakat.

Di Madura, umumnya kegiatan ekonomi masih bertumpu pada sektor pertanian primer (tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan). Artinya pertanian atau sektor tradisional menjadi sektor andalan yang nampak dari perolehan PDRB terbesar dibandingkan sektor lain. Sektor lainnya adalah pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas, air bersih, bangunan, perdagangan, hotel, restoran, angkutan, pos, komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan.

Dampak Jembatan Suramadu

Dampak dari jembatan Suramadu (tahun 2006-2035) dapat dijelaskan sebagai berikut:

Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan PDRB

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto yang terjadi pada 4 (empat) kabupaten di wilayah Madura dapat dijelaskan:
Dari data-data pada tabel Dampak Jembatan Suramadu terhadap Pertumbuhan PDRB di 4 Kabupaten di Madura, dapat dijelaskan bahwa Kabupaten Bangkalan nilai pertumbuhan PDRB-nya paling besar di antara kabupatenkabupaten di Madura. Hal tersebut terjadi karena Bangkalan merupakan daerah yang paling menikmati keberadaan jembatan Suramadu. Apabila dilihat dari pertumbuhan PDRB dapat disimpulkan bahwa makin dekat dititik/ letak jembatan Suramadu akan semakin menunjukkan perubahan yang cepat akibat meningkatnya aktivitas ekonomi.

Peningkatan PDRB Kabupaten Bangkalan yang besar menunjukkan bahwa dampak jembatan Suramadu akan dapat mengembangkan sistem perekonomian yang ada, baik yang sudah berkembang maupun yang potensial untuk dikembangkan.
Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Penduduk

Semakin lancarnya transportasi akan menimbulkan dampak pergerakan orang maupun barang. Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang terbanyak penduduknya adalah Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Ternyata Kabupaten Bangkalan merupakan kabupaten yang menerima kelimpahan penduduk paling tinggi dibanding 3 kabupaten lainnya. Pada tahun 2035 atau setelah 30 tahun dibangunnya Jembatan Suramadu, maka jumlah penduduk di Kabupaten Bangkalan berjumlah 2,79 juta jiwa atau hampir dua kali lipat (98,98%) dibanding pertumbuhannya tanpa jembatan (1,40 juta jiwa). Dalam keadaan tersebut, tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun berkisar antara 2,02% - 3,16%.

Di Kabupaten Pamekasan, Sumenep, dan Sampang, tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun secara berturut-turut masing-masing berkisar antara 0,71%-0,51% atau dengan pertumbuhan yang cenderung menurun, 0,66%-1,45% dan 0,44%-0,50%. Jika jumlah penduduk dibandingkan dengan dan tanpa Jembatan Suramadu maka jumlah penduduk rata-rata per tahun di Bangkalan akan bertambah sebanyak 59,30%, Pamekasan (23,42%), Sumenep (18,65%), dan Sampang (12,62%).

Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Income per Kapita

Semakin lancarnya transportasi ternyata akan meningkatkan kegiatan ekonomi yang selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan. Income per kapita merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang tertinggi income per kapitanya adalah Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan

Jika income per kapita dibandingkan dalam keadaan dengan dan tanpa Jembatan Suramadu, maka income per kapita rata-rata per tahun di Bangkalan adalah akan bertambah sebanyak 93,63%, Pamekasan (48.68%).

Sampang (42,57%) dan Sumenep (20,03%). Sesudah dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang tertinggi income per kapitanya adalah Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Tampaknya respon ekonomi Bangkalan tetap lebih kuat dibanding tiga kabupaten lainnya.

Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Kawasan Permukimam

Semakin lancarnya transportasi juga menimbulkan dampak pada pertumbuhan kawasan pemukiman. Sebelum dibangunnya income per kapita. .

Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang terluas kawasan pemukimannya adalah Kabupaten Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Setelah dibangunnya Jembatan Suramadu ternyata Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten yang memiliki kawasan pemukiman terluas dibanding 3 kabupaten lainnya. Akan tetapi kalau melihat perbandingannya terhadap luas areal lahan yang tersedia, Kabupaten Bangkalan yang mengalami pertumbuhan kawasan pemukiman lebih pesat dibandingkan dengan 3 kabupaten lainnya.

 

Profil

Ir A.G Ismail MSc, Nakhoda Suramadu
04-06-2009
article thumbnail

Sosok Ir A.G Ismail MSc tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Proyek Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V di Surabaya ini pastas jika dijuluki sebagai "Nakodanya" Sur [ ... ]


.

    Kunjungan

    Tinjau Suramadu, SBY Motivasi Para Pekerja
    23-05-2009
    article thumbnail

    Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (22/5) meninjau lokasi proyek pembangunan Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu). Dalam kunjungannya tersebut, SBY dua kali menyampaikan pesan motivasi kepada para pekerja proyek jembatan. Pesan p [ ... ]


    Berita Lainnya

    Data Kunjungan

    Kunjungan 2008

    • Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret, Solo, 22 Januari 2008,  45 Peserta
    • UGM, Fakultas Teknik Program diploma Teknik Sipil,  05 Februari 08, 72 Peserta
    • Universitas Negeri Semarang, 12 Februari 2008, 50 Peserta
    • Universitas Tado Lako Sulawasi Tengah, 13 Februari 2008, 90 Peserta
    • UGM, Sekolah Pasca Sarjana, 25 Februari 2008, 20 Peserta
    • Universitas Diponegoro, 28 Februari 2008, 185 Peserta
    • UPN Surabaya, Fakultas teknik dan Perencanaan, 12 Maret 2008, 75 Peserta
    • Universita Atma Jaya  Yogyakarta, Fakultas Teknik, 07 April 2008, 84 Peserta
    • UGM, Magister Sistem dan Teknik Transportasi, 24 April 2008, 34 Peserta
    • Universitas Mercubuana Jakarta, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, 12 Mei 2008, 65 Peserta
    • ITN Malang, Fakultas Teknik Sipil, 16 Mei 2008, 88 Peserta
    • SMK Negeri 2 Wonogiri, 21 Mei 2008, 71 Peserta
    • Universitas Katolik Parahyangan Bandung, 26 Mei 2008, 47 Peserta
    • Universitas Brawijaya Malang, 05 Juni 2008, 120 Peserta
    • UGM, Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil, 17 Juni 2008, 90 Peserta
    • UGM, Program Pasca Sarjana Fakultas Teknik, 18 Juni 2008, 42 Peserta
    • Universitas Negeri Sultan Agung Semarang, Fakultas Teknik, 24 Juni 2008, 58 Peserta
    • Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jurusan Teknik Sipil, 29 Juli 2008, 65 Peserta
    • Poltek Negeri Sriwijaya Palembang, 13 Agustus 2008, 35 Peserta
    • Universitas Trisakti Jakarta, 20 Agustus 2008, 100 Peserta
    • Universitas Diponegoro Semarang, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan, 26 Agustus 2008, 26 Peserta
    • Universitas Diponegoro Semarang, Program Studi D3 Teknik Sipil, 12 Agustus 2008, 98 Peserta
    • Universitas Trunijoyo Madura, 16 Agustus 2008, 60 Peserta
    • Institut Teknologi Pembangunan Surabaya, 28 Oktober 2008, 20 Peserta
    • Politeknik Negeri Jakarta, 10 Nopember 2008, 90 Peserta

    Kunjungan 2009

    • STTNas Yogyakarta, 08 Januari 2009, 70 Peserta
    • Universitas Bandar Lampung, 12 Januari 09, 30 Peserta
    • UNS Surakarta, 13 Januari 09, 150 Peserta
    • Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, 15 Januari 09, 50 Peserta
    • DPRD Bengkulu, 15 Januari 2009, 10 Peserta
    • UNS Surakarta, 19 Januari 09, 50 Peserta
    • Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, 24 Januari 2009, 60 Peserta
    • Politeknik Negeri Jakarta, 29 Januari 2009, 40 Peserta
    • Universitas Gadjah Mada, 30 Januari 09, 100 Peserta
    • Jurusan Geodesi, Universitas Diponegoro Semarang,  02 Februari 2009, 60 Peserta
    • SMK Negeri 1 Sayegan Sleman,  24 Februari 2009, 110 Peserta
    • Politeknik Negeri Semarang, 25 Februari 2009, 145 Peserta
    • Setda Propinsi Jatim, 06 Maret 09, 30 Peserta
    • DPRD Propinsi Jatim, 11 Maret 09, 10 Peserta
    • DPRD Propinsi Kep. Riau, 17 Maret 09, 10 Peserta
    • Universitas Kanjuruhan Malang, 19 Maret 09, 60 Peserta
    • Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Indramayu, 17 Maret 2009, 15 Peserta